nuffnang ads

Sabtu, 27 Oktober 2012

Dalam Gerbang Tarbiyah Aku Mengenal-Mu


“Assalamu’alaikum akh, akh Rahmat mau bikin liqoan, ditunggu ya nanti malam pukul 19.30 WIB di mushalla MIPA, ditunggu kedatangannya ya akh, syukron jzk”.
… Sepenggal kalimat sms sore itu membuatku bertanya-tanya dalam hati, antara ingin atau tidaknya kubalas undangan yang menurutku saat itu tidak jelas, namun hati ini penasaran mengiyakan untuk menghadiri undangan tersebut. Gundah gulana memunculkan tanda tanya besar dalam otakku, karena aku tidak mengerti maksud dari sms ini, aku yang berasal dari gemerlapnya kota metropolitan masih sangat asing dengan istilah kata-kata baru seperti ini. Kulihat kontak dalam handphoneku… ya tanpa banyak pikir ku tanyakan langsung padanya, sahabat pertamaku di kota perantauan ini, Najid namanya, dan kebetulan hanya dia satu-satunya teman yang baru ku punya nomor hapenya,
“Assalamu’alaikum, jid kamu dapat sms dari kak Rahmat gak? Yang ngajak bikin liqoan nanti malam, aku gak ngerti liqoan itu apa, bisa tolong kasih tau? “Jemari ku mengetik seperti itu… tak lama kemudian ia membalas sms ku tersebut, sigapku melihat layar hape,
“Tidak ham, oh liqoan itu semacam grup mengaji gitu, aku juga lusa lalu dapat undangan seperti itu, tapi akunya gak datang, kamu mau datang nanti malam?” Balasnya seperti itu, membuatku tau apa itu liqoan, namun menimbulkan keraguan dalam hati ku, perkumpulan semacam apa ini?? Menimbulkan banyak prasangka bertentangan dalam hatiku, seakan mereka bertengkar untuk menyuruh dan melarang ku untuk datang dan tidak datang pada malam nanti, kutanyakan kembali pada Najid,
“Datang yuk temenin aku, kamu gak ada acara kan nanti malam? Lumayan ngaji nambah pahala, hhe” Balasku meyakinkannya yang sebenarnya aku masih dalam keraguan besar, namun lubuk hati ini penasaran akan hal baru ini. “Dutt…dutt…” getar handphone, tanda balasan dari Najid,
“Boleh, tapi aku gak enak sama kak Rahmat, soalnya kemaren juga diundang tapi akunya gak datang,”. Balasnya seperti itu, seakan timbul sesuatu semangat dalam diriku, untuk meyakinkannya untuk tetap datang pada malam nanti, “yaudah gapapa, bilang aja kemaren ada halangan sesuatu, oke aku tunggu di depan D3 sasing yaa sehabis Maghrib”, kukatakan itu padanya, dan dia pun membalas “ok”.
***
Dan rencana Allah itu memang jauh lebih indah daripada rencana hambaNya, teringat siang itu sedikit agak mendung, setelah mata kuliah kimia dasar aku keluar kelas dan melihat dari balkon atas, berdiri stand-stand yang membawa lambang kubah biru di salah satu sudutnya, membuat kaki-kaki ini geregetan untuk melangkah mendekat menghampiri penjaga-penjaganya yang terlihat alim dan alimah, celana ngatung untuk mas-masnya dan jilbab lebar untuk mba-mbanya, entah mengapa melihat mereka membuatku ingin kenal dekat dan menjadi bagian dari mereka, ku hampiri salah satu stand pendaftaran yang dijaga seorang perempuan shalihah insya Allah, namun apa katanya belum sempatku berkalimat sedikitpun “mas pendaftaran untuk yang ikhwan standnya sebelah situ” sambil tersenyum tipis berkata padaku, “oiya mba makasih…” jawabku, ku hampiri lah stand ikhwan yang kata mba-mba tadi namun tidak ada yang menjaga, lemas benakku sebaiknya pulang namun belum sempatku melangkah jauh seorang mas-mas mengajak berjabat tangan denganku, “ nama Antum siapa?” dengan nada lembut bertanya padaku, sopanku menjawab “Hamas..mas”…”oh perkenalkan saya Rahmat..” percakapan pun berlangsung, menanyakan asal, alasan ku kenapa masuk fakultas ini dan sebagainya, di mana dalam obrolan sederhana tadi membuat aku yakin aku ingin mempunyai saudara-saudara seperti dalam kelompok kubah biru ini, sampai akhirnya ku memberanikan diri menawarkan diri untuk ikut dalam kelompok kubah biru ini, ku isi formulir yang ia sodorkan padaku dan ku isi sambil bertanya kegiatan-kegiatan apa saja di dalamnya. Entah mengapa lagi kesan pertamaku kenal dengan kak Rahmat membuat perasaan ku tenang dan sejuk, membuatku ingin mengenalnya lebih jauh.
Kejadian siang itu terus membayangi di sepanjang perjalanan ku ke tempat janjian ku dengan si Najid, menimbulkan banyak pertanyaan dalam benakku cerita apa lagi selanjutnya yang akan terjadi malam ini setelah kisah siang itu, asa ku mengambang “triiiiiiinnn….” klakson memecah buyarku, meneriakiku untuk segera sadar, hampir saja mobil merah itu melukai tubuhku. Tibalah aku di tempat kami janjian, kulihat sekitar belum tampak paras Najid, “Hamaaas…” dari kejauhan meneriakiku, terekam jelas itu suara Najid dari seberang jalan, kuhampiri ia dengan tergesa karena hati sudah tak sabar mendatangi undangan dari kak Rahmat untukku. “Maaf ya telat…” sahut Najid ketika ku di depannya, “ya gapapa jid, aku juga baru datang, apa kata kak Rahmat? Kamu boleh datang kan?” tanya ku meyakinkannya agar ku ada teman untuk pergi ke sana, “ya boleh, gitu katanya” Najid menjawab pertanyaanku. “Yuk berangkat…” ajakku kepadanya.
“Kamu tau di mana mushalla MIPA?” tanyaku yang tidak tahu,
“Aku juga gak tahu, yaudah nanti kita tanya orang sekitar saja” jawab Najid,
Di sepanjang perjalanan kembali hatiku bertanya-tanya sambil membayangkan undangan seperti apa yang kak Rahmat adakan ini, sedikit rasa khawatir dan ragu sempat terbesit dalam benakku, takut ku ini ada kaitannya dengan jaringan teroris atau hal negatif lainnya, namun paras kak Rahmat siang itu menepis semua anggapan bodohku, seperti ada sesuatu yang meyakinkan ku bahwa semua yang kupikirkan sebelumnya itu sama sekali tidak benar, apakah ini yang engkau namakan hidayah ya Allah?, tanyaku dalam hati, ya Allah beginikah namanya hidayah itu?, subhanallah hati ku merasa begitu tenteram seakan semua beban terlepas karena kehadiranMu begitu dekat sedekat nadi ini, ya Allah terima kasih engkau telah mengizinkan aku merasakan hidayah ini, ucap syukur ku di sepanjang perjalanan tanpa henti.
Tibalah kami di fakultas MIPA, “jid mushalla nya sebelah mana? Sms kak Rahmat gih kita sudah sampai tolong di jemput” suruhku kepada Najid, “iya…” Najid mengiyakan permintaanku.
“Antum posisinya di mana akh?” balasan sms kak Rahmat
“Di depan pintu masuk MIPA akh” Najid membalas,
“Yaudah Antum jalan kearah parkiran ntar ane jemput di sana” balas kak Rahmat lagi,
Kami pun jalan kearah parkiran yang berada di sebelah timur pintu masuk, perlahan langkah membuat hatiku berdebar, dari kejauhan gelap yang terlihat karena pencahayaan yang kurang, terlihat sekelibat pantulan cahaya dari kacamata yang digunakan kak Rahmat, sambil menerangi sekitar dengan cahaya dari sinar layar hape, secara perlahan terlihatlah paras shalih dari kak Rahmat, “subhanallah” ucapku dalam hati karena telah dipertemukan dengan orang shalih seperti dia,
“Assalamu’alaikum khi, gimana kabarnya? Susah ya lokasinya” sambil berjabat tangan menanyakannya kepadaku dan Najid.
“Alhamdulillah sehat kak,” dengan sopan ku menjawab yang disamakan dengan jawaban dari Najid.
“Yuk langsung kalo gitu”, ajaknya ke lokasi Liqoan.
Ruangan mushalla sederhana disinari lampu dengan cahaya yang agak sedikit redup, bunyi jangkrik memecah kesunyian malam, hembus angin pun semilir menyejukkan di kala aku duduk melingkar bersama orang-orang yang belum pernah kulihat sebelumnya kecuali Najid. Ku lihat satu persatu wajah saudara baruku ini, basah karena siraman air wudhu, sontak seperti menegurku betapa jarangnya aku membasuh wajahku dengan wudhu, dan satu persatu memegang kitab suci Al-Qur’an,  perasaan ku semakin gundah, seperti dalam pikiran ku “pasti ini bakalan disuruh tilawah satu-satu, mati aku karena tidak lancar membaca al-Qur’an” apa yang kupikirkan ternyata sesuai,
“Ya akh dibuka al-Qur’an nya, kita mulai dari surat pertama ya akh,” seru kak Rahmat menyuruh kami.
Gundah ku semakin menjadi karena tak sanggup menanggung malu karena aku tak lancar bertilawah. Satu persatu ayat-ayat suciNya dilantunkan betapa indah lantunan yang keluar dari mulut-mulut mereka, sahut bersahut tilawah yang kudengar semakin indah sampai tiba di orang ke 3 dari kami yang kala itu berjumlah 11 orang, maka tibalah di orang ke 4 sahut-sahut indah ayat itu pun buyar sejenak karena ternyata ia juga terbata-bata dalam bertilawah, maka perasaanku lega sejenak, namun apa yang ku pikirkan ini salah ya Allah betapa jauhnya hamba Mu ini dari cahaya Islam Mu, betapa sudah banyak waktu yang ku buang sia-sia hanya untuk memuaskan dunia dan menganaktirikan akhiratku, teringat tentang suratNya, “Demi masa sesungguhnya manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasihati untuk kebenaran dan saling menasihati untuk kesabaran”. Sungguh tak pantas diriku bangga akan kekurangan yang kumiliki ini, dan dilanjut dengan orang kelima yaitu Najid, betapa lantunan ayat itu dibacakannya dengan fasih dan cepat tanpa ada sedikit cacat dari ucapnya, tercengang aku mendengarnya sambil khawatir karena setelahnya adalah aku, maka giliranku tiba, sambil berdoa dalam hati aku memohon “ya Allah mudahkan aku dalam membaca firmanMu” dan ku ucapkan tasmiyah, satu persatu kata dan kalimat kubaca, terbata di awal namun seterusnya alhamdulillah Allah membantu ku dalam melafadzkan firmanNya.
“Maha benar Allah dengan segala firmanNya” maka berakhirlah sesi tilawah Qur’an ini. Mulai kurasakan kehangatan dalam lingkaran ini, betapa begitu nikmatnya duduk bersama orang-orang shalih, yang sebelumnya tak pernah kurasakan. Tiba di sesi kedua di mana kak Rahmat menanyakan kepada kami satu persatu tentang keadaan kami, sampai beliau menanyakan apa yang kami rindukan jika di rumah, karena kondisi kami yang saat itu sama-sama baru merasakan hidup jauh dari orang tua hidup di kota perantauan hanya demi satu gelar sarjana. “Akh Hamas gimana kabar Antum? Sehat akh? Tanya nya di giliranku, “iya kak alhamdulillah sehat” raguku untuk menyebut ‘akh’ karena panggilan tersebut masih asing ku dengar dan ku ucap, “pasti Antum sama kayak yang lain sedang homesick berat, apa sih yang Antum kangenin kalo di rumah?” lanjut pertanyaan yang sama seperti yang lain, “saya kangen masakan ibu akh” sahutku dan kali ini aku tak ragu memanggil akh kepadanya. Hati ku bergetar walau hanya dialog singkat yang sebenarnya sepele namun karena ku berada di lingkaran penuh hangat ini semua itu terasa beda bagiku. Tibalah di sesi ke tiga di mana kak Rahmat membuka buku tebalnya dan menyampaikan materi liqoan malam hari ini, muqodimah pun terucap dan kini beliau menerangkan isi materi yang kala itu bertema tentang ‘akhlaq’ jelasnya menerangkan di ikuti berbagai contoh yang dilakukan Rasulullah soal akhlaq, dan disertai firman-firman Allah dalam Al-Qur’an, di penutup beliau menerangkan betapa begitu pentingnya tarbiyah, tarbiyah tumbuh dan berkembang, tarbiyah bukan segalanya namun segalanya berawal dari tarbiyah.
Undangan spesial dari kak Rahmat malam ini membuatku mengerti betapa pentingnya pendidikan akhirat ini, karena kehidupan yang kekal dan sebenarnya adalah kehidupan akhirat, undangan malam ini mendekatkan ku kembali pada Mu, dan aku percaya Kau sedang menunjukkan jalan yang lurus bagiku sekali lagi ku ucap rasa syukur kepadaMu ya Rabb. Malam ini ku goreskan lagi pengalaman luar biasa dalam hidupku, kupandangi satu persatu wajah saudara-saudara baruku, kulihat semangat di setiap muka mereka, semangat yang kuyakin untuk selalu amar ma’ruf nahi munkar, semangat untuk selalu berfastabiqul khoirot, semangat untuk selalu menjaga lingkaran ini yang ku kenal dengan sebutan ‘ukhuwah islamiyah’ dalam hati sekali ku ucap rasa syukur tiada tara ya Allah sungguh beruntung aku berada dalam barisan penuh cahaya Mu ini. Lingkaran ini penuh kehangatan di dalamnya, lingkaran ini penuh berkah di dalamnya, lingkaran ini penuh canda dan tawa, lingkaran ini penuh ilmu baru, lingkaran ini kurasa menjawab semua pertanyaan dan pencarian ku selama ini yang belum kudapatkan, lingkaran ini membawa ku untuk lebih mengenal Mu.
“Jagalah Allah niscaya kau akan senantiasa mendapatiNya di hadapanmu. Kenalilah Allah di waktu lapang niscaya Dia akan mengenalimu saat kesulitan, ketahuilah bahwa apa yang luput darimu tidak akan menimpamu dan apa yang menimpamu tidak akan luput darimu, ketahuilah bahwa kemenangan itu selalu mengiringi kesabaran, jalan keluar selalu mengiringi cobaan dan kemudahan itu selalu mengiringi kesusahan” (HR. Tirmidzi)

Senin, 10 September 2012

RAHASIA JODOH

Makhluk yang pertama kali Dicipta Allah adalah al-qalam. Dengan al-qalam, Allah menuliskan takdir manusia dalam Lauhil Mahfuzh, induk segala kitab. Salah satu yang tertulis di sana, adalah jodoh. Jadi, jodoh adalah sebuah ket
etapan dari Allah Azza wa Jalla. Ia akan datang, meskipun saat ini barangkali kita belum siap, atau tak juga datang meskipun kita merasa sangat siap. Seorang guru saya pernah mengatakan, pernikahan itu ibarat kematian, kita tak bisa memprediksi, hanya bisa mempersiapkan.
Jadi, sikap terbaik menghadapi hal yang satu ini adalah TAWAKAL. Tetapi, jangan abaikan ikhtiar. Ikhtiar sangat perlu, hanya saja, Allah memiliki sifat Qudrat dan Iradat yang perlu kita hadapi dengan kepasrahan.

Ada beberapa pandangan saya mengenai pernikahan, semoga bisa menjadi bahan diskusi.

1. Pernikahan adalah bentuk ibadah, jadi jangan pernah ada kata ITSAR dalam pernikahan. Jika ada seorang meminang, dan secara dien dia baik, kemudian kita merasa mantap, mengapa kita menolaknya?

2. Sebuah ibadah, bisa diterima atau tidak, tergantung NIAT dan cara pelaksanaannya. Maka, nikah bukanlah akhir dari perjalanan hidup seseorang. Ia bahkan awal dari sebuah perjalanan yang melelahkan. Niat bisa berubah di tengah-tengah proses, bahkan menjelang akhir proses, kematian. Maka, mari kita selalu meng-up-grade niat, dan memperbaiki cara kita berinteraksi dengan pasangan kita, meski usia pernikahan sudah tak terbilang muda. Lima tahun, sepuluh tahun, tiga puluh tahun?

3. Nikah adalah separuh dien. Jika baik, ia adalah separuh jalan menuju surga. Tetapi jika buruk, maka… ia adalah separuh jalan menuju neraka. Na’udzubillahi min dzaalik.

4. Nikah bukanlah sebuah pesta pora. Bukanlah prestasi. Bukanlah sebuah kemenangan. Bukanlah sesuatu yang harus dipamerkan. Jadi, jagalah sikap kita. Seringkali para pasangan muda terlalu over memamerkan kemesraannya di hadapan orang-orang yang masih lajang.

5. Ketika kita menikah, amanah kita bertambah. Ketika punya anak, semakin bertambah lagi. Maka, hisab kita di akhirat kelak, akan semakin panjang. “Bagaimana kau bersikap terhadap pasanganmu, anak-anakmu, mertuamu, adik-kakak iparmu, dst…” Jadi, wahai para lajang, yang telah ingin menikah namun karena takdir Allah, pasangan belum datang, sesungguhnya beban antum wa antunna kelak di akhirat, jauuuuuh lebih ringan daripada para ibu, para bapak, yang kerepotan dengan anak-anak mereka. Bukankah Surga itu jauh lebih indah daripada apapun? Bukankah surga, dan ridha-Nya, adalah tujuan utama setiap manusia? Sedangkan menikah, berkeluarga, hanyalah sarana. Ketika Allah menakdirkan kita untuk tetap lajang, sesungguhnya jika kita ridho, maka kita Allah telah memberikan beban yang lebih ringan untuk menuju surga.

6. Akan tetapi, menikah tetaplah harus diusahakan. Ikhtiar harus dioptimalkan. Maka para ikhwan, mari berusaha lebih kuat dalam mencari ma’isyah. Ayo bekerja lebih keras lagi dalam meng-up grade diri. Jangan bermalas-malasan. Lihatlah deretan para akhwat yang tengah menanti… kasihan sekali mereka karena antum seringkali terlalu banyak pertimbangan. Ayo bina para lelaki yang lain, agar mereka bisa seshaleh antum, karena bagaimanapun juga, populasi lelaki shaleh saat ini begitu sedikit dibanding perempuan shalihah. Dan para perempuan shalihah, ayo perkuat diri kita. Bersiaplah menjadi Ummu Sulaim-Ummu Sulaim baru, yang mampu menghijrahkan Abu Thalhah dan menjadikan keislaman Abu Thalhah sebagai mahar pernikahan mereka. Dan wahai para murabbi dan murabbiyyah… marilah kita berpikir lebih keras… lebih keras dan lebih keras lagi… agar kita mampu mengikhtiarkan perjodohan saudara-saudari kita, dengan proses yang indah dan bersih.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Minggu, 09 September 2012

Hukum meletakkan gambar tidak menutup aurat


Assalamualaikum w.b.t



saya nak berkongsi dengan topik yang mungkin kita anggap remeh . Hukum meletakkan gambar yang tidak menutup aurat tak kisah lelaki ataupun perempuan . saya bercakap bukan berdasarkan logik akal semata - mata , tetapi setelah membuat sedikit kajian , SHM mendapati hukum menyiarkan gambar - gambar tidak menutup aurat ialah BERDOSA . Ini bersandarkan hadis Nabi Muhammad S.A.W yang bermaksud " Sesiapa yang menyeru manusia kepada petunjuk maka dia akan mendapat pahala sama dengan orang yang melakukannya tanpa dikurangkan walau sedikitpun pahala mereka. Sesiapa yang menyeru manusia kepada kesesatan maka dia juga turut berdosa sebagaimana dosa orang yang mengikutinya tanpa dikurangkan dosa mereka walau sedikit pun.  (Hadis riwayat Muslim) "

Hukum melihat dan memperlihatkan aurat orang lain yang bukan mahram ialah berdosa . Ini kerana Islam telah mengajarkan kepada penganutnya supaya menutup auratnya jika berhadapan dengan orang yang bukan mahram . Kita akan dikira penyumbang dosa kepada pembukaan aurat orang lain jika kita menyebarkan gambar - gambar yang tidak menutup aurat .

Bayangkan kalau kita berkongsikan gambar seseorang yang tidak menutup aurat seperti di blog contohnya , kita akan dikira sebagai penyumbang kepada maksiat bukan ? Orang lain yang melihat gambar itu berdosa kerana melihat aurat orang lain , tetapi siapa yang membuatkan orang itu mendapat dosa kalau bukan kita yang menyebarkannya ? Orang yang paling banyak mendapat dosa sudah tentu tuan punya badan yang diperlihatkan auratnya . Tidak kurang photographer yang mengambil gambar tuan punya badan yang memperlihatkan auratnya juga . Orang yang berkongsikan gambar yang tidak menutup aurat di blog misalannya dapat tempias dosa kerana telah menyebarkan gambar itu . Dan akhir sekali , orang yang melihat sahaja gambar itu turut sama mendapat dosa .

Hal ini tejadi sama seperti sistem piramid yang telah saya kongsikan sebelum ini . Siapa yang paling mendapat banyak saham daripada sistem ini ? Sudah tentulah orang yang diambil gambarnya dan disebarkan di blog , facebook , myspace dan sebagainya yang menjana saham terbesar . Walaupun penyebar - penyebar gambar seperti ini mungkin mendapat peratusan yang sedikit dalam pembahagian dosa yang dijana melalui gambar - gambar seperti itu , tahukah anda selagi gambar itu tidak dipadamkan daripada blog , facebook , myspace dan sebagainya , kita tetap mendapat ' keuntungan ' selagi orang lain melihatnya .

Sebab tulah kalau anda semua perasan , gambar - gambar yang dijadikan penyeri blog ni rasenye takde gambar - gambar perempuan walaupun kartun . saya cuba mengelakkan menjana dosa daripada blog ni . Harap - harap takde lah gambar - gambar yang tak elok dalam blog ni . Kalau ada tu , tegur - tegurlah ye . saya ni manusia biasa yang tak lepas buat silap .

Cukup sampai di sini penerangan Saya , para pembaca mungkin sudah cukup dewasa untuk menilai sesuatu samaada yang baik atau pun tidak . Gunakanlah kecerdikan anda untuk mencari keredhaan-Nya . Jangan berputus asa dalam mencari kebenaran . Mungkin penerangan ini tidak begitu jelas , tetapi anda boleh merujuk di sini , atau di sini dan juga disini untuk meyakinkan anda .

Banyak lagi kelemahan Saya yang belum dibaiki . Tetapi tidak salah rasanya berkongsikan sesuatu yang telah kita ketahui kepada umum untuk kebaikan diri . Kalau yang dah baca entry ni , harap - haram cepat - cepatlah padam gambar - gambar yang tak berkenaan . Kalau tak nak , tak pe lah sebab Saya dah menjalankan tanggungjawab Saya . Keputusan terletak di tangan anda .

Wallahualam bissawab

BERCINTA DALAM ISLAM


Remaja selalu bertanya apakah salah kami bercinta? Tidak, bercinta memang tidak salah justeru ia adalah fitrah semulajadi yang Allah kurniakan kepada setiap manusia. Ingin cinta dan dicintai adalah instinc. Jiwa manusia memerlukan cinta seperti jasadnya perlukan makanan. Oleh kerana cinta adalah fitrah, maka tentulah tidak salah untuk merasainya. Namun Allah tidak kurniakan rasa cinta secara polos begitu sahaja.
Dia juga mencipta peraturan cinta demi menjaga kemurniaanya. Peraturan inilah yang kerap dilanggar oleh remaja. Rasa cinta tidak salah tetapi kesalahan selalu berlaku sewaktu menjalinkan hubungan cinta. Di sinilah berlakunya cinta terlarang yakni cinta yang menafikan peraturan Tuhan. Ketika itu fitrah telah menjadi fitnah. Bila kehendak semulajadi tidak disalurkan atau diisi mengikut peraturan maka akan
berlakulah kekalutan dan kemusnahan
Mengapakah perlu ada peraturan cinta?
Jawabnya, kerana Allah mencintai manusia. Allah inginkan keselamatan dan kesejahteraan buat manusia melaksanakan keinginan fitrah semulajadinya. Keinginan tanpa peraturan akan menyebabkan banyak kemusnahan. Begitulah hubungan cinta yang terlarang, akan membawa banyak implikasi negatif dalam kehidupan. Pengalaman sudahpun
mengajar kita nahawa jangan sekali-kali bermain cinta, nanti terbakar diri. Sudah banyak tragedi
yang berlaku akibat hubungan cinta yang membelakangkan Tuhan. Cinta yang terlarang, adalah cinta yang sudah dicemari oleh kehendak nafsu dan kepentingan diri. Keindahan cinta yang sudah tercemar ini tidak tahan lama. Sudah dapat apa yang dihajati, sudah terlaksana apa yang dikejar, cinta akan terkulai dan bersepai.
Hubungan cinta jangan dicemari oleh sebarang tindakan menyalahi syariat. Lebih banyak perlanggaran hukum berlaku, lebih tinggilah risiko kemusnahan yang akan berlaku. Jangan kita tertipu dengan pesona cinta yang dihiasi berbagai janji dan sumpah setia. Jangan kita mabuk dengan rindu dan asyik yang membuai dan melenakan. Seteguk kita minum dari kendi cinta terlarang, racunnya akan meresap membunuh akal, jiwa dan perasaan. Pada ketika itulah cinta dikatakan buta. Maka butalah mata hati dan mata kepala hingga seseorang akan menjadi hamba kepada siapa yang dicintainya. Ketika itu hati tidak nampak yang lain kecuali apa yang dicintai. Lupalah diri pada Pencipta cinta kerana terlalu asyik dengan cinta yang dikurniakan-Nya. Ah, bagaimanakah perasaan kita agaknya, jika seseorang begitu leka
dengan hadiah hingga terlupa bersalam dan berterima kasih dengan pemberinya?
Tuhan kerap terpinggir dalam hubungan cinta yang terlarang. Hukumnya dilanggar bukan dengan rasa
bersalah tetapi dengan rasa manis dan megah. Tangan kekasih dipegang walaupun jelas Allah mengharamkan sentuhan antara lelaki dan wanita yang bukan muhram. Tergamak berdua-duaan di
tempat sunyi walaupun sudah diperingatkan Nabi bahawa dalam keadaan begitu syaitan adalah
orang yang ketiga. Lebih dari itupun banyak berlaku. Semuanya seolah-olah halal hanya kerana cinta. Racun-racun berbisa yang memusnahkan cinta telah dianggap sebagai baja. Akhirnya pohon cinta terlarangpun berbuah. Buah yang pahit, masam dan memabukkan. Buah yang muncul dengan pelbagai jenama yang aneh dan menjijikkan bohsia, bohjan, buang bayi dan zina. Ketika itu indahkah cinta?

Peraturan cinta bagai tanda-tanda dan lampu isyarat di atas jalan-raya. Kereta diciptakan dengan kuasa untuk bergerak, tetapi pergerakkannya perlu diatur dan dikawal. Jika tidak, dengan kuasa itu akan berlakulah perlanggaran dan pertembungan. Begitulah cinta, ia adalah kuasa tetapi kuasa itu perlukan peraturan dan kawalan.
Apakah peraturan-peraturan dalam hubungan cinta?
Hendaklah cinta kita itu didasarkan kepada cinta Allah.
Ertinya, cinta yang kita berikan kepadanya semata-mata kerana mengharapkan keredhaan Allah. Allah memberi kita fitrah itu lalu kita niatkan dengan fitrah itu boleh menghampirkan diri kepada-Nya. Cintailah sesiapapun tetapi pastikan cinta itu dapat memudahkan kita mencintai Allah. Sehubungan dengan itu, cinta antara lelaki dan perempuan mestilah diniatkan untuk Allah.Soalnya bagaimana? Iringilah dengan niat untuk berkahwin kerana berkahwin itu lebih memudahkan seorang lelaki atau perempuan menyempurnakan agamanya. Sabda Rasulullah SAW: Apabila seseorang itu berkahwin, sempurnalah separuh agamanya, tinggal lagi separuh untuk disempurnakannya.
Oleh itu usahlah bercinta sekadar untuk bersuka-suka.
Lebih buruk lagi janganlah ada niat-niat yang jahat dalam bercinta samada didorong oleh hasutan nafsu atau bujukan syaitan. Jika tidak ada niat untuk berkahwin, cinta sudah pasti bukan
kerana Allah. Hakikatnya cinta itu adalah cinta terlarang yang akan membawa kemusnahan pada sebelah pihak atau kedua-duanya sekali. Cinta jenis ini seburuk namanya Cinta Monyet!
Selain itu hendaklah dipastikan semasa menjalinkan hubungan cinta tidak ada hukum Allah yang dilanggar.
Antaranya, tidak ada pergaulan bebas, tidak ada pendedahan aurat, tidak ada pengabaian perkara-perkara asas seperti meninggalkan sembahyang, puasa dan lain-lain. Hubungan cinta juga jangan sampai terjerumus dalam perkara yang melalaikan dan merugikan. Remaja tidak seharusnya mengeluh dan berkata, cinta apa namanya ini jika tidak ada dating, perbualan talipon secara marathon, surat cinta, sentuhan tangan, kerlingan dan senyuman? Yakinlah tidak ada keindahan dengan melanggar
peraturan Tuhan. Putus cinta, frust cinta yang begitu dominan dalam kehidupan remaja adalah disebabkan racun-racun cinta yang disangka baja ini. Justeru banyaklah cinta yang gagal disambung di alam perkahwinan dan lebih banyak yang putus tanpa sempat menempuh perkahwinan.
Allah Maha Mengetahui dan Maha menyayangi. Segala peraturan-Nya dibuat dengan rasa cinta terhadaphamba-hamba-Nya. Cinta suci mampu tumbuh tanpa semua itu. Dan cinta itu pasti akan membawa ke gerbang perkahwinan untuk bercinta lagi dengan seribu keindahannya. Bahkan jika ditakdirkan cinta itu akan terus bersambung ke alam akhirat. Suami yang soleh dan isteri yang solehah akan bercinta lagi di syurga tempat pertama yang melahirkan cinta! Ketika itulah fitrah akan menjadi anugerah.

KEJI NYA SETITIS ARAK


Kenapalah manusia zaman sekarang gemar sangat minum air kencing syaitan ni. Tidak kira orang Islam atau agama lain, kebanyakan agama-agama selain Islam juga melarang penganutnya meminum arak. Sebagai contohnya agama Kristian. Tertulis dalam Bible:
“Janganlah kamu menjadi mabuk dengan wain, kerana hal itu akan merosakkan hidup kamu.”(Ephesians, 5:8)
 Ini sebagai bukti bahawa agama lain juga melarang penganutnya meminum arak.
Ramai diantara kita yang beragama Islam tanpa segan silu meminum arak dan menjalankan aktiviti yang berkaitan dengan arak sedangkan betapa besarnya kecelakaan yang dibawa oleh arak sehingga Rasulullah s.a.w. telah melaknat sepuluh golongan manusia yang terlibat dengannya.
Anas r.a. berkata:
“Sesungguhnya Rasulullah S.A.W telah melaknat sepuluh orang yang berkaitan dengan arak; pembuatnya, pengedarnya, peminumnya, pembawanya, pengirimnya, penuangnya, penjualnya, pemakan wang hasilnya, pembayarnya dan pemesannya.” (Riwayat al-Tirmizi no. 1295, Abu Daud no. 3674, Ibn Majah no. 3381 dan Ahmad no. 316)
Apabila diteliti sepuluh golongan manusia yang tersenarai dalam hadis di atas, satu kesimpulan yang boleh dibuat iaitu setiap orang yang terlibat dengan arak pasti termasuk dalam laknat Baginda S.A.W.
Setiap sen yang diperoleh daripada sumber yang berkaitan dengan arak, pasti menjadi sebab hilangnya keberkatan dalam hidup seseorang. Bahkan ia menjadi punca keruntuhan akhlak dan institusi keluarga.
Masyarakat yang dalamnya wujud peminum arak akan terdedah kepada pelbagai masalah. Musibah terbesar pasti mengundang kemurkaan Allah S.W.T sekiranya tiada pihak yang cuba memeranginya.
Peminum arak sentiasa terdorong untuk melakukan jenayah-jenayah seperti memandu secara berbahaya, merogol, membunuh dan sebagainya. Ini kerana apabila seseorang itu mabuk, pusat kawalan akalnya sudah tidak berfungsi dengan normal, lantas dia akan bertindak di luar kawalan akal.
Diceritakan bahawa pada zaman sebelum kebangkitan Rasulullah S.A.W, seorang pemuda yang terkenal sangat kuat beribadat telah difitnah oleh seorang perempuan pelacur yang jatuh hati kepadanya.
Si perempuan menggunakan helah menyuruh pembantunya menjemput pemuda itu datang ke rumah, kononnya atas suatu hajat yang penting. Apabila pemuda tersebut masuk kedalam rumahnya, perempuan itu segera mengunci pintu.
Di dalam rumah tersebut ada seorang bayi kecil dan satu hidangan arak. Perempuan itu berkata: “Aku memberimu tiga pilihan; berzina denganku, bunuh bayi ini atau minumlah arak ini. Sekiranya kamu enggan, aku akan menjerit dan memberitahu orang ramai bahawa kamu telah memperkosaku dan bayi ini adalah anakmu.”
Melihat kesungguhan pelacur ini, pemuda tersebut terpaksa membuat keputusan untuk memilih salah satu pililhan. Dia memilih untuk meminum arak kerana baginya ialah dosa yang paling ringan. Membunuh bayi dan berzina melibatkan orang lain, tetapi meminum arak hanya melibatkan dirinya sahaja untuk bertaubat, pada pandangannya.
Akhirnya ia meminum arak itu sehingga mabuk dan ketika mabuk, ia berzina dengan pelacur yang hina itu. Selepas itu, tanpa kewarasan fikirannya, dia telah bertindak membunuh bayi itu. Kisah diriwayatkan oleh Imam Abdul Razzaq dalam kitab al-Musannaf, no. 17060 dan Ibn Hibban, no. 5348.
Kisah ini menunjukkan bahawa betapa hebatnya pengaruh negatif arak kepada manusia. Ia bukan sahaja menyebabkan masalah kesihatan, tetapi juga mendorong manusia melakukan maksiat yang lebih besar. Benarlah sabda Rasulullah yang bermaksud:
“Arak adalah ibu segala maksiat.” (Riwayat al-Nasa’i no. 5666)
Amatlah benar pengharaman arak dalam ajaran Islam. Walaupun arak telah sebati dan menjadi minuman kegemaran masyarakat arak, Rasulullah S.A.W tidak pernah teragak-agak untuk menguatkuasakan pengharamannya.
Baginda mungkin berdepan dengan risiko dibenci oleh masyarakat arab dan juga risiko berkurangnya pendapatan negara Madinah daripada cukai arak, tetapi keutamaan diberikan demi mencari keredhaan Allah S.W.T dengan melaksanakan segala perintah-Nya. Wawasan Baginda bukan sekadar berjaya di dunia, tetapi kemenangan hakiki adalah dengan mendapat syurga Allah S.W.T di akhirat kelak.

AKIBAT MENINGAL KAN SOLAT


Di riwayatkan bahwa pada suatu hari Rasulullah S.A.W sedang duduk bersama para sahabat, kemudian datang pemuda Arab masuk ke dalam masjid dengan menangis.
Apabila Rasulullah S..A.W melihat pemuda itu menangis maka baginda pun berkata, “Wahai orang muda kenapa kamu menangis?”
Maka berkata orang muda itu, “Ya Rasulullah S.A.W, ayah saya telah meninggal dunia dan tidak ada kain kafan dan tidak ada orang yang hendak memandikannya.”
Lalu Rasulullah S.A.W memerintahkan Abu Bakar r.a. dan Umar r.a. ikut orang muda itu untuk melihat masalahnya. Setelah mengikut orang itu, maka Abu Bakar r.a dan Umar r.s. mendapati ayah orang mudah itu telah bertukar rupa menjadi babi hitam, maka mereka pun kembali dan memberitahu kepada Rasulullah S.A.W, “Ya Rasulullah S.A.W, kami lihat mayat ayah orang ini bertukar menjadi babi hutan yang hitam.”
Kemudian Rasulullah S.A.W dan para sahabat pun pergi ke rumah orang muda dan baginda pun berdoa kepada Allah S.W.T, kemudian mayat itu pun bertukar kepada bentuk manusia semula. Lalu Rasulullah S.A.W dan para sahabat menyembahyangkan mayat tersebut.
Apabila mayat itu hendak dikebumikan, maka sekali lagi mayat itu berubah menjadi seperti babi hutan yang hitam, maka Rasulullah S.A.W pun bertanya kepada pemuda itu, “Wahai orang muda, apakah yang telah dilakukan oleh ayahmu sewaktu dia di dunia dulu?”
Berkata orang muda itu, “Sebenarnya ayahku ini tidak mahu mengerjakan solat.” Kemudian Rasulullah S.A.W bersabda, “Wahai para sahabatku, lihatlah keadaan orang yang meninggalkan sembahyang. Di hari kiamat nanti akan dibangkitkan oleh Allah S.W.T seperti babi hutan yang hitam.”
Di zaman Abu Bakar r.a ada seorang lelaki yang meninggal dunia dan sewaktu mereka menyembahyanginya tiba-tiba kain kafan itu bergerak. Apabila mereka membuka kain kafan itu mereka melihat ada seekor ular sedang membelit leher mayat tersebut serta memakan daging dan menghisap darah mayat.
Lalu mereka cuba membunuh ular itu. Apabila mereka cuba untuk membunuh ular itu, maka berkata ular tersebut, “Laa ilaaha illallahu Muhammadu Rasulullah, menagapakah kamu semua hendak membunuh aku? Aku tidak berdosa dan aku tidak bersalah. Allah S.W.T yang memerintahkan kepadaku supaya menyeksanya sehingga sampai hari kiamat.”
Lalu para sahabat bertanya, “Apakah kesalahan yang telah dilakukan oleh mayat ini?”. Berkata ular, “Dia telah melakukan tiga kesalahan, di antaranya :
- Apabila dia mendengar azan, dia tidak mahu datang untuk sembahyang berjamaah.
- Dia tidak mahu keluarkan zakat hartanya.
- Dia tidak mahu mendengar nasihat para ulama.

UKHTI AKU CEMBURU PADAMU,,


Ukhti aku cemburu padamu..
Saat kau marah kau mampu memadamkan amarahmu..
Dan kau memilih menyimpannya
daripada meluapkannya,
Padahal ku tahu saat itu hatimu sedang terluka..

Ukhti aku cemburu padamu..
Saat mereka jalan-jalan Kau habiskan waktumu untuk hal yang berguna..
Kau tak hiraukan ajakan mereka
dan kau sibukkan dirimu dengan cinta Allah dan cinta Rasulullah SAW

Ukhti aku cemburu padamu..
Ketika mereka berkata dengan emosi yang meledak-meledak
dengan nada ancaman dan kasar..
Tapi kau balas dengan penuh kasih sayang
Kau tetap jalin persahabatan dan pertemanan..

Ukhti aku cemburu padamu..
Setiap hari kau panjangkan jilbabmu,
Kau tebarkan senyum semangatmu,
Padahal kau tahu saat itu
Mereka berbisik-bisik tentang perubahanmu itu..

Ukhti aku cemburu padamu..
Aku cemburu dengan diammu,
dengan tunduknya pandanganmu
saat kau berhadapan dengan yang bukan muhrimmu..
Kau hanya bicara seperlunya saja
Karena kau takut pada fitnah dunia..

Ukhti aku cemburu padamu..
Disaat mereka semua sibuk ber-sms ria
dengan canda dan perhatian..
Tapi kau dengan tegas tidak memperdulikannya..
Kerana kau percaya jodoh itu ada padaNya,
tanpa Sms riapun jodoh pasti akan datang kerana kau tahu cinta seharusnya datang kerana Allah bukan karena bersms ria..

Ukhti aku cemburu padamu..
Aku cemburu dengan ketaatanmu pada Robb kita..
Aku cemburu saat kau bisa melakukan hal yang Dia senangi dan Meninggalkan segala hal yang Dia benci..
Ukhti sungguh aku cemburu padamu
Robbi pasti sangat menyayangimu ukhtii,,
Ia pasti sangat mencintaimu,,
Karena ketaatanmu pada Nya :’)

Ukhtii darimu aku banyak belajar erti hidup..Iyaa tentang hidup
Kerana kepuasan hidup bukan didapat saat segala hal yang kita ingin bisa terpenuhi, tapi tentang kepuasan saat kita bisa melawan bisikan-bisikan setan..

Sabtu, 08 September 2012

RINDU TARIBYAH TEROBATI DALAM UKHUWAH




Kirim Print


(sri)
 “Tiada Tuhan melainkan Allah semata. Tiada sekutu bagi-Nya, baginya kerajaan, bagi-Nya segala puji, dan Dia berkuasa atas segala sesuatu”
Masih ingatkah para pembaca dengan tulisan, “Sepotong Kisah tentang Tarbiyah”? Sungguh rindu yang menggelayut itu terijabah oleh-Nya yang Maha Kuasa. Tak ada kata selain ucapan ‘syukur alhamdulillah’ nikmat iman dan ukhuwah masih tersemat di hati.
Sungguh aku tak pernah menyangka sebelumnya, aku salah satu peserta Sekolah Guru Indonesia Angkatan ke-3 (Dompet Dhuafa) akan menginjakkan kaki di tanah Dompu, Nusa Tenggara Barat. Ternyata, ukhuwah itu kembali terukir di tanah asing. Ukhuwah, apa sebenarnya yang dikandungnya? Mengapa ia begitu lekat mencari percikan ukhuwah lain yang sedang terserak?
Ukhuwah ‘persaudaraan’, rasanya batin tak puas jika tak mendendangkannya. Ya, kini kudapati ukhuwah dalam lena tarbiyah. Kini, jiwaku sedang asyik menikmati pahatan kasih dan melepas dahaga pada ranting tarbiyah.  Siapa yang menyangka bila ternyata sarana ini adalah as-syifa ’obat’. Begitu mudahnya air mata ini menetes hanya dengan mengingat ‘tarbiyah’ dan kini kurasakan ukhuwah itu menancap dalam kalbu hingga kembali air mata berlinang sebagai tanda rasa haru dan bahagia. Inikah indahnya Islam? Inikah indahnya seiman? Aku tak pernah tahu ‘mereka’ (teman tarbiyahku kini) sebelumnya, namun pertemuan dengan mereka bagaikan telah terjalin beberapa tahun lalu. Hangatnya suasana bercakap dengan mereka, nikmatnya saling mendoakan tatkala jabat terjalin untuk kembali bertemu, dan sejuknya saat dalam pelukan ukhuwah. Inilah nilai yang ditanamkan oleh Rasulullah SAW sejak awal.
Masih ingatkah Anda tatkala Umar bin Khattab bertemu dengan saudara seiman Abu Bakar? Mereka saling mendoakan, berjabat, dan saling berpeluk. Sungguh gambaran itu bagai menyatu dengan sukma. Dan semua kudapatkan dari ‘tarbiyah’.
Ukhuwah, apa sesungguhnya yang kau kandung? Mengapa hati ini serasa tak puas jika belum bersua denganmu? Mungkinkah engkau telah mengakar jauh dalam lubuk hatiku yang terdalam?
Aku ingin sedikit bercerita tentang rinduku yang terobati. Ramuan yang tepat bagiku memang hanya bisa didapatkan di bengkel jiwa yakni ‘tarbiyah’. Beberapa pekan lalu, aku duduk melingkar bersama saudara baruku. Kutumpahkan semua rasa yang ada saat menapaki tanah asing bernama Dompu. Penuh semangat dan terlihat tegar. Namun, jauh dari lubuk hatiku, aku ingin menangis di depan mereka. Tetapi, sungguh kekuatan ukhuwah itulah yang membuatku tak meneteskan air mata sebab dari wajah mereka terpancar semangat luar biasa. Semangat yang membuatku tegar. Semangat yang hingga kini masih tak lekang.
Sedikit bernostalgia dengan tarbiyahku dulu. Beberapa hari lalu, aku mendapat telepon dari seorang saudara yang kucintai karena Allah. Dia mengatakan, “aku menangis membaca tulisanmu yang dimuat beberapa tempo lalu.” Tanpa terasa, saat ia mengucapkan kalimat itu, air mata ini menetes. Bagaimana besarnya rindunya padaku, maka rinduku melebihi dirinya. Aku pun berkata, “Tiap kali tulisan itu kubaca, maka tiap itu juga air mata berlinang”. Inikah buah dari tarbiyah? Jika memang ini buah darinya, maka sungguh aku tak ingin membayangkan perpisahan dengan saudaraku kini. Sebab aku tahu bagaimana sakitnya kehilangan, bagaimana sakitnya menahan rindu. Rintihan kecil itu selalu ada menjadi pengantar tidur. Selalu hadir membayang.
Jika rindu tarbiyahku kini terobati, aku hanya ingin tetap terjaga. Terjaga hingga akhir penantian kembali menghampiri.
***
Larut dalam Ukhuwah
Islam memang agama yang mengantarkan damai kepada pemeluknya. Aku leleh dalam indahnya. Allohumma innaka ta’lamu anna hadzihil-quluub, qodijtama’at ‘alaa mahabbatik, ‘Ya, Allah sesungguhnya Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berkumpul atas dasar kecintaan pada-Mu.’ Demikianlah rasa indah yang kurasakan, berkumpul atas dasar cinta kepada Dzat yang tiada sekutu bagi-Nya, Dzat yang tiada setara dengan-Nya.
Ukhuwah mengantarkanku mengenal keterasingan menjadi lekat, hingga tak dapat sepenuhnya kutuang dalam catatan kecil ini betapa aku larut di dalamnya.
Bait-bait doa pun terlantun indah tatkala mengingat mereka dalam lena tarbiyah. Aku beruntung, hidayah bertahta hingga membentuk kekaguman pada-Nya. Kagum akan rasa yang disusupkan pada tiap hamba-Nya. Yang hamba itu tak tahu dari mana datangnya gejolakukhuwah yang begitu kental. Lagi-lagi, aku terharu. Tiada henti ingin kudendangkan rasa syukur tak terhingga ini pada pengatur skenario dalam hidupku. Mengatur dengan sedemikian apiknya.
Jika sekiranya, ukhuwah ini bisa dibisikkan oleh angin, maka aku ingin sang angin, atas izin Sang Pencipta, menyampaikan rasa terima kasih pada seorang teman yang telah mengantarkanku pada gerbang tarbiyah yang penuh dengan bumbu ukhuwah.

Jumat, 07 September 2012

NASEHAT SEORANG IBU UNTUK PUTRI NYA


Kisah ini terjadi di kota Khamis Mushyat(salah satu kota bagian Abha di Negara Saudi Arabia)yang berbatasan dengan Negara Yemen.
Seperti umumnya kebudayaan Saudi Arabia yang menikahkan anak2 mereka berdas
arkan kehendak orang tuanya atau pinangan dari laki-laki menginginkannya.
Seperti yang terjadi kepada gadis bernama Najwa yang dinikahkan oleh orang t
uanya dengan anak paman bibinya bernama Musa Al Ghaerani

Dan inilah sepenggal nasehat ibunya untuk Najwa.nasehat yang tetap membekas dalam ingatanku selama ini dan ingin berbagi dengan sahabat fillah disini.Semoga ada manfaatnya…

1.Putriku…bukan maksud ayah bundamu menghancurkan masa depanmu dan membatasi langkahmu dengan menyuruhmu menikahi Musa sebagai suamimu…namun pahamilah..bahwa ayah bundamu ingin menuntaskan tanggung jawab selaku orang tuamu dengan membawamu ke gerbang pernikahanmu.
Tentunya dengan menimbang usiamu yang sudah layak menikah dan syariat Islam..

2.Putriku…sebenarnya inilah laluan cinta.
Memang indah menjadi istri yang dicintai suami dan ini merupakan impian semua wanita.
Namun putriku…indah bukan menjanjikan ketenangan,kebahagiaan apalagi keselamatan yang kekal/abadi.
Ingatlah putriku…andaikata dirimu gagal meraih cinta suamimu BUKAN bermakna kebahagiaanmu di dunia tertutup.
Kita hidup di dunia ini hanya sementara dan kebahagiaan yang kita tuju adalah kebahagian yang kekal di akhirat kelak.
Bunda mengerti jika semua orang menginginkan sebagai suami istri yang saling mencintai karena Allah swt.
Namun apabila hal itu tidak berlaku terhadapmu..mungkin Allah swt memintamu untuk mencari hikmah yang diselipkan untukmu.

3.Putriku…berusahalah untuk SABAR…
Bila kita BERSABAR dan memandang segala sesuatunya karena Allah swt sebagai Pencipta dari Segalanya,Pemberi ujian hidup berupa rasa sakit hati atau hal2 yang menyusahkan hidup kita..Tentulah..KEDAMAIAN HATI akan tercipta dengan sendirinya..
Ingatlah..BUKAN karena Allah swt tdk tahu penderitaan kita,hancurnya hati kita..tetapi mungkin itulah yang Allah swt inginkan dari kita saat itu.
Karena Allah Maha Tahu…HATI yang beginilah yang selalu lebih LUNAK dan MUDAH untuk dekat &akrab dengan_Nya.
Masih ingatkah dengan Firman_Nya:

a.“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar,..”
(QS. Al-Baqarah: 153)
b. “Wahai orang-orang yang beriman bersabarlah dan kuatkanlah kesabaranmu,..…” (QS.Ali Imran: 200)

4.Putriku…
Bunda akui kalau pernikahanmu ini BUKAN atas pilihanmu sendiri.
Namun sadarilah..pada hakekatnya itulah pilihan yang Allah swt mau untukmu .
Siapapun orang tua pasti menginginkan kebahagiaan anaknya…
namun rupanya terlalu banyak perkara yang berlaku di luar jangkauan kita sehingga membuatmu seperti ini.
Namun putriku…Bundamu ingin mengingatkanmu bahwa PERKAWINAN atau SUAMI bukanlah MATLAMAT TERAKHIR hidupmu tetapi hanya sebagai alatmu untuk merebut keampunan dan keridhaan Illahi..

5.Putriku..seringkali yang kita inginkan atau cita-citakan tidak tercapai.
Terkadang sesuatu yang kita benci malah justru menimbulkan rasa cinta dihati.Hal ini merupakan suatu taqdir yang siapapun tak bisa menolaknya.
Tapi Bunda mohon..janganlah membuatmu marah dan menyesali..Teruslah ingat akan CINTA KASIH Allah swt.
Terkadang sikap kita sering membuat Allah swt tak suka…namun Allah swt tetap memberi pintu MAAF untuk hamba_Nya.
lalu mengapa dirimu tidak mencoba memberi maaf atas sikap dan prilaku suamimu??
malulah diri kita…seringkali kita marah dan sakit hati tatkala hak kita terabaikan…NAMUN hati kita tertidur tatkala HAK Allah swt terlupakan…

6.Putriku…Sebenarnya Allah swt sangat sayang kepadamu dengan diberikan ujian ini kepadamu.Ujian KESUSAHAN PERASAANMU.
Allah swt menginginkan dirimu berpaling dari cinta sementara yang dirimu impikan dan beralih kepada cinta HAKIKI yang indah dan agung.
Cinta yang semata untuk Allah swt.
Jadi putriku…pergunakanlah peluang ini dengan baik tanpa rasa marah dan penyesalan…

7.Putriku…walaupun dirimu tahu dan merasakan bahwa suami tidak sungguh-sungguh mencintaimu TETAPI dirimu masih memberikan pengabdian yang terbaik untuknya..dan senatiasa mendo’akannya..maka sesungguhnya engkau sedang memburu cinta Illahi..
Namun jika dirimu justru melampiaskannya dengan emosi maka deritamu hanyalah derita lahir dari nafsu yang terburai..

8.Putriku…suamimu walaupun di pegang kuat-kuat dan dipeluk erat-erat..suatu saat dia akan meninggalkanmu.
Hidupnya tidaklah kekal..dan suatu saat engkau akan kehilangannya.Karena itu..pandai-pandailah mempergunakan peluang meraih pahala SABAR,RIDHA dan Syukur.
Jika rasa sakitmu terasa makin menusuk bagaikan irisan pedang di hatimu…mengadulah kepada_Nya.
Allah swt lah tempat mengadu dan memohon.Katakanlah kepada_Nya..bukan karena engkau tidak RIDHA tetapi katakanlah kepada_Nya bahwa dirimu terlalu LEMAH.Mohonlah agar diberikan bimbingan dan kekuatan_Nya.
Dan andaikata Allah swt belum mau mengangkat deritamu..maka mohonlah agar deritamu itu menjadikanmu terus berada dalam perhatian dan kasih saying_Nya.

9.Putriku… teruskanlah mendoakan suamimu juga untuk dirimu sendiri. Engkau sedang melintasi satu jembatan yang pendek tapi sulit, untuk pergi ke satu mahligai yang kekal abadi dan bahagia yang hakiki.
Berbaktilah dengan kesungguhan hati padanya, yang telah Allah SWT takdirkan sebagai suamimu. Dan hasilnya jangan kau tuntut darinya anakku, tapi nantikanlah ia di Akhirat yang kekal abadi...

Rabu, 05 September 2012

SEBUAH PENANTIAN,KHUSUS AKHWAT YANG IKHWAN SILAKAN MENJEMPUT


Entah angin apa yang membuai hari ini, membuatku begitu berani mencoretkan sesuatu untuk dirimu yang tidak pernah aku kenali. Aku sebenarnya tidak pernah berniat untuk memperkenalkan diriku kepada siapapun. Apalagi mencurahkan sesuatu yang hanya aku khususkan buatmu sebelum tiba masanya. Kehadiran sseorang lelaki yang menuntut sesuatu yang kujaga rapi selama ini semata-mata buatmu, itulah hati dan cintaku, membuatku tersadar dari lenaku yang panjang.

Ibu telah mendidikku semenjak kecil agar menjaga maruah dan mahkota diriku karena Allah telah menetapkannya untukmu suatu hari nanti. Kata ibu, tanggungjawab ibu bapak terhadap anak perempuan ialah menjaga dan mendidiknya sehingga seorang lelaki mengambil-alih tanggungjawab itu dari mereka. Jadi, kau telah wujud dalam diriku sejak dulu. Sepanjang umurku ini, aku menutup pintu hatiku dari lelaki manapun karena aku tidak mau membelakangimu.

Aku menghalang diriku dari mengenali lelaki manapun karena aku tidak mau mengenal lelaki lain selainmu, apa lagi memahami mereka. Karena itulah aku sekuat ‘kodrat yang lemah ini’ membatasi pergaulanku dengan bukan mahramku. Aku lebih suka berada di rumah karena rumah itu tempat yang terbaik buat sorang perempuan. Aku sering merasa tidak selamat dari diperhatikan lelaki. Bukanlah aku bersangka buruk terhadap kaummu, tetapi lebih baik aku berwaspada karena contoh banyak di depan mata.

Aku palingkan wajahku dari lelaki yang asyik memperhatikan diriku atau coba merayuku. Aku sedaya mungkin melarikan pandanganku dari lelaki ajnabi (asing) karena Sayyidah Aisyah r.a pernah berpesan, “Sebaik-baik wanita ialah yang tidak memandang dan tidak dipandang oleh lelaki.” Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. Biarlah aku hanya cantik di matamu. Apalah gunanya aku menjadi idaman banyak lelaki sedangkan aku hanya bisa menjadi milikmu seorang. Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku merasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah aku ini barang yang bisa dimiliki sesuka hati.

Aku juga tidak mau menjadi penyebab kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat aku berikan. Bagaimana akan kujawab di hadapan ALLAH kelak andai ditanya? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup di muka bumi? Kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, aku dululah yang perlu menundukkan pandanganku. Aku harus memperbaiki dan menghias pribadiku karena itulah yang dituntut oleh Allah. Kalau aku ingin lelaki yang baik menjadi suamiku, aku juga perlu menjadi perempuan yang baik. Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik?

Tidak kunafikan sebagai remaja, aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku perlu menjaga perasaan itu karena ia semata-mata untukmu. Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi labuhan lelaki lain. Engkau berhak mendapat kasih yang tulen.

Diriku yang memang lemah ini telah diuji oleh Allah saat seorang lelaki ingin berkenalan denganku. Aku dengan tegas menolak, berbagai macam dalil aku kemukakan, tetapi dia tetap tidak berputus asa. Aku merasa seolah-olah kehidupanku yang tenang ini telah dirampas dariku. Aku bertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan ? Aku beristigfar memohon ampunan-Nya. Aku juga berdoa agar Pemilik Segala Rasa Cinta melindungi diriku dari kejahatan.

Kehadirannya membuatku banyak memikirkan tentang dirimu. Kau kurasakan seolah-olah wujud bersamaku. Di mana saja aku berada, akal sadarku membuat perhitungan denganmu. Aku tahu lelaki yang menggodaku itu bukan dirimu. Malah aku yakin pada gerak hatiku yang mengatakan lelaki itu bukan teman hidupku kelak.

Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.

Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita solehah yang lain, dilamar lelaki yang bakal dinobatkan sebagai ahli syurga, memimpinku ke arah tujuan yang satu.
Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu alaihi wa sallam, yang mampu mendebarkan hati juataan gadis untuk membuat aku terpikat.

Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah. Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dimubazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk begitu. Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.
Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari ridha Illahi. Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu. Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu. Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku.

Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku. Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga….

Kamis, 26 April 2012

aku malu pada mu ya allah

Renungan malam... "Hartaku hanya cukup untk selembar kain kafan, hartaku hanya cukup untk menaiki keranda, hartaku hanya cukup untk sepetak tanah tanpa rumah, dan aku sudah cukup puas dengan terbaring berhiaskan hewan tanah... Oh, tubuhku..engkau rela untk smua itu..engkau bungkam untk sgla rasamu..” Lihatlah mereka, smua pergi tanpa memperdulikan mu, tanpa menyerahkan hartamu, tanpa memberikan perhiasanmu.” Engkau di campakan, sungguh hinanya engkau..tak ada lagi yg menghormati..tak ada lagi yg menyanjungmu..kini berbanggalah terhimpit tanah yg bgtu pengap, gelap gulita, tanpa mampu berbuat sesukamu.” Tunggulah engkau di sana, hingga dagingmu busuk lalu musnah, dan nanti penciptamu akan membentukmu kembali, untk perhitungan dlm sgla perbuatan, smasa engkau hidup menjalani masa sbelum kematian..