nuffnang ads

Senin, 10 September 2012

RAHASIA JODOH

Makhluk yang pertama kali Dicipta Allah adalah al-qalam. Dengan al-qalam, Allah menuliskan takdir manusia dalam Lauhil Mahfuzh, induk segala kitab. Salah satu yang tertulis di sana, adalah jodoh. Jadi, jodoh adalah sebuah ket
etapan dari Allah Azza wa Jalla. Ia akan datang, meskipun saat ini barangkali kita belum siap, atau tak juga datang meskipun kita merasa sangat siap. Seorang guru saya pernah mengatakan, pernikahan itu ibarat kematian, kita tak bisa memprediksi, hanya bisa mempersiapkan.
Jadi, sikap terbaik menghadapi hal yang satu ini adalah TAWAKAL. Tetapi, jangan abaikan ikhtiar. Ikhtiar sangat perlu, hanya saja, Allah memiliki sifat Qudrat dan Iradat yang perlu kita hadapi dengan kepasrahan.

Ada beberapa pandangan saya mengenai pernikahan, semoga bisa menjadi bahan diskusi.

1. Pernikahan adalah bentuk ibadah, jadi jangan pernah ada kata ITSAR dalam pernikahan. Jika ada seorang meminang, dan secara dien dia baik, kemudian kita merasa mantap, mengapa kita menolaknya?

2. Sebuah ibadah, bisa diterima atau tidak, tergantung NIAT dan cara pelaksanaannya. Maka, nikah bukanlah akhir dari perjalanan hidup seseorang. Ia bahkan awal dari sebuah perjalanan yang melelahkan. Niat bisa berubah di tengah-tengah proses, bahkan menjelang akhir proses, kematian. Maka, mari kita selalu meng-up-grade niat, dan memperbaiki cara kita berinteraksi dengan pasangan kita, meski usia pernikahan sudah tak terbilang muda. Lima tahun, sepuluh tahun, tiga puluh tahun?

3. Nikah adalah separuh dien. Jika baik, ia adalah separuh jalan menuju surga. Tetapi jika buruk, maka… ia adalah separuh jalan menuju neraka. Na’udzubillahi min dzaalik.

4. Nikah bukanlah sebuah pesta pora. Bukanlah prestasi. Bukanlah sebuah kemenangan. Bukanlah sesuatu yang harus dipamerkan. Jadi, jagalah sikap kita. Seringkali para pasangan muda terlalu over memamerkan kemesraannya di hadapan orang-orang yang masih lajang.

5. Ketika kita menikah, amanah kita bertambah. Ketika punya anak, semakin bertambah lagi. Maka, hisab kita di akhirat kelak, akan semakin panjang. “Bagaimana kau bersikap terhadap pasanganmu, anak-anakmu, mertuamu, adik-kakak iparmu, dst…” Jadi, wahai para lajang, yang telah ingin menikah namun karena takdir Allah, pasangan belum datang, sesungguhnya beban antum wa antunna kelak di akhirat, jauuuuuh lebih ringan daripada para ibu, para bapak, yang kerepotan dengan anak-anak mereka. Bukankah Surga itu jauh lebih indah daripada apapun? Bukankah surga, dan ridha-Nya, adalah tujuan utama setiap manusia? Sedangkan menikah, berkeluarga, hanyalah sarana. Ketika Allah menakdirkan kita untuk tetap lajang, sesungguhnya jika kita ridho, maka kita Allah telah memberikan beban yang lebih ringan untuk menuju surga.

6. Akan tetapi, menikah tetaplah harus diusahakan. Ikhtiar harus dioptimalkan. Maka para ikhwan, mari berusaha lebih kuat dalam mencari ma’isyah. Ayo bekerja lebih keras lagi dalam meng-up grade diri. Jangan bermalas-malasan. Lihatlah deretan para akhwat yang tengah menanti… kasihan sekali mereka karena antum seringkali terlalu banyak pertimbangan. Ayo bina para lelaki yang lain, agar mereka bisa seshaleh antum, karena bagaimanapun juga, populasi lelaki shaleh saat ini begitu sedikit dibanding perempuan shalihah. Dan para perempuan shalihah, ayo perkuat diri kita. Bersiaplah menjadi Ummu Sulaim-Ummu Sulaim baru, yang mampu menghijrahkan Abu Thalhah dan menjadikan keislaman Abu Thalhah sebagai mahar pernikahan mereka. Dan wahai para murabbi dan murabbiyyah… marilah kita berpikir lebih keras… lebih keras dan lebih keras lagi… agar kita mampu mengikhtiarkan perjodohan saudara-saudari kita, dengan proses yang indah dan bersih.

Wallahu a’lam bish-shawab.

Minggu, 09 September 2012

Hukum meletakkan gambar tidak menutup aurat


Assalamualaikum w.b.t



saya nak berkongsi dengan topik yang mungkin kita anggap remeh . Hukum meletakkan gambar yang tidak menutup aurat tak kisah lelaki ataupun perempuan . saya bercakap bukan berdasarkan logik akal semata - mata , tetapi setelah membuat sedikit kajian , SHM mendapati hukum menyiarkan gambar - gambar tidak menutup aurat ialah BERDOSA . Ini bersandarkan hadis Nabi Muhammad S.A.W yang bermaksud " Sesiapa yang menyeru manusia kepada petunjuk maka dia akan mendapat pahala sama dengan orang yang melakukannya tanpa dikurangkan walau sedikitpun pahala mereka. Sesiapa yang menyeru manusia kepada kesesatan maka dia juga turut berdosa sebagaimana dosa orang yang mengikutinya tanpa dikurangkan dosa mereka walau sedikit pun.  (Hadis riwayat Muslim) "

Hukum melihat dan memperlihatkan aurat orang lain yang bukan mahram ialah berdosa . Ini kerana Islam telah mengajarkan kepada penganutnya supaya menutup auratnya jika berhadapan dengan orang yang bukan mahram . Kita akan dikira penyumbang dosa kepada pembukaan aurat orang lain jika kita menyebarkan gambar - gambar yang tidak menutup aurat .

Bayangkan kalau kita berkongsikan gambar seseorang yang tidak menutup aurat seperti di blog contohnya , kita akan dikira sebagai penyumbang kepada maksiat bukan ? Orang lain yang melihat gambar itu berdosa kerana melihat aurat orang lain , tetapi siapa yang membuatkan orang itu mendapat dosa kalau bukan kita yang menyebarkannya ? Orang yang paling banyak mendapat dosa sudah tentu tuan punya badan yang diperlihatkan auratnya . Tidak kurang photographer yang mengambil gambar tuan punya badan yang memperlihatkan auratnya juga . Orang yang berkongsikan gambar yang tidak menutup aurat di blog misalannya dapat tempias dosa kerana telah menyebarkan gambar itu . Dan akhir sekali , orang yang melihat sahaja gambar itu turut sama mendapat dosa .

Hal ini tejadi sama seperti sistem piramid yang telah saya kongsikan sebelum ini . Siapa yang paling mendapat banyak saham daripada sistem ini ? Sudah tentulah orang yang diambil gambarnya dan disebarkan di blog , facebook , myspace dan sebagainya yang menjana saham terbesar . Walaupun penyebar - penyebar gambar seperti ini mungkin mendapat peratusan yang sedikit dalam pembahagian dosa yang dijana melalui gambar - gambar seperti itu , tahukah anda selagi gambar itu tidak dipadamkan daripada blog , facebook , myspace dan sebagainya , kita tetap mendapat ' keuntungan ' selagi orang lain melihatnya .

Sebab tulah kalau anda semua perasan , gambar - gambar yang dijadikan penyeri blog ni rasenye takde gambar - gambar perempuan walaupun kartun . saya cuba mengelakkan menjana dosa daripada blog ni . Harap - harap takde lah gambar - gambar yang tak elok dalam blog ni . Kalau ada tu , tegur - tegurlah ye . saya ni manusia biasa yang tak lepas buat silap .

Cukup sampai di sini penerangan Saya , para pembaca mungkin sudah cukup dewasa untuk menilai sesuatu samaada yang baik atau pun tidak . Gunakanlah kecerdikan anda untuk mencari keredhaan-Nya . Jangan berputus asa dalam mencari kebenaran . Mungkin penerangan ini tidak begitu jelas , tetapi anda boleh merujuk di sini , atau di sini dan juga disini untuk meyakinkan anda .

Banyak lagi kelemahan Saya yang belum dibaiki . Tetapi tidak salah rasanya berkongsikan sesuatu yang telah kita ketahui kepada umum untuk kebaikan diri . Kalau yang dah baca entry ni , harap - haram cepat - cepatlah padam gambar - gambar yang tak berkenaan . Kalau tak nak , tak pe lah sebab Saya dah menjalankan tanggungjawab Saya . Keputusan terletak di tangan anda .

Wallahualam bissawab

BERCINTA DALAM ISLAM


Remaja selalu bertanya apakah salah kami bercinta? Tidak, bercinta memang tidak salah justeru ia adalah fitrah semulajadi yang Allah kurniakan kepada setiap manusia. Ingin cinta dan dicintai adalah instinc. Jiwa manusia memerlukan cinta seperti jasadnya perlukan makanan. Oleh kerana cinta adalah fitrah, maka tentulah tidak salah untuk merasainya. Namun Allah tidak kurniakan rasa cinta secara polos begitu sahaja.
Dia juga mencipta peraturan cinta demi menjaga kemurniaanya. Peraturan inilah yang kerap dilanggar oleh remaja. Rasa cinta tidak salah tetapi kesalahan selalu berlaku sewaktu menjalinkan hubungan cinta. Di sinilah berlakunya cinta terlarang yakni cinta yang menafikan peraturan Tuhan. Ketika itu fitrah telah menjadi fitnah. Bila kehendak semulajadi tidak disalurkan atau diisi mengikut peraturan maka akan
berlakulah kekalutan dan kemusnahan
Mengapakah perlu ada peraturan cinta?
Jawabnya, kerana Allah mencintai manusia. Allah inginkan keselamatan dan kesejahteraan buat manusia melaksanakan keinginan fitrah semulajadinya. Keinginan tanpa peraturan akan menyebabkan banyak kemusnahan. Begitulah hubungan cinta yang terlarang, akan membawa banyak implikasi negatif dalam kehidupan. Pengalaman sudahpun
mengajar kita nahawa jangan sekali-kali bermain cinta, nanti terbakar diri. Sudah banyak tragedi
yang berlaku akibat hubungan cinta yang membelakangkan Tuhan. Cinta yang terlarang, adalah cinta yang sudah dicemari oleh kehendak nafsu dan kepentingan diri. Keindahan cinta yang sudah tercemar ini tidak tahan lama. Sudah dapat apa yang dihajati, sudah terlaksana apa yang dikejar, cinta akan terkulai dan bersepai.
Hubungan cinta jangan dicemari oleh sebarang tindakan menyalahi syariat. Lebih banyak perlanggaran hukum berlaku, lebih tinggilah risiko kemusnahan yang akan berlaku. Jangan kita tertipu dengan pesona cinta yang dihiasi berbagai janji dan sumpah setia. Jangan kita mabuk dengan rindu dan asyik yang membuai dan melenakan. Seteguk kita minum dari kendi cinta terlarang, racunnya akan meresap membunuh akal, jiwa dan perasaan. Pada ketika itulah cinta dikatakan buta. Maka butalah mata hati dan mata kepala hingga seseorang akan menjadi hamba kepada siapa yang dicintainya. Ketika itu hati tidak nampak yang lain kecuali apa yang dicintai. Lupalah diri pada Pencipta cinta kerana terlalu asyik dengan cinta yang dikurniakan-Nya. Ah, bagaimanakah perasaan kita agaknya, jika seseorang begitu leka
dengan hadiah hingga terlupa bersalam dan berterima kasih dengan pemberinya?
Tuhan kerap terpinggir dalam hubungan cinta yang terlarang. Hukumnya dilanggar bukan dengan rasa
bersalah tetapi dengan rasa manis dan megah. Tangan kekasih dipegang walaupun jelas Allah mengharamkan sentuhan antara lelaki dan wanita yang bukan muhram. Tergamak berdua-duaan di
tempat sunyi walaupun sudah diperingatkan Nabi bahawa dalam keadaan begitu syaitan adalah
orang yang ketiga. Lebih dari itupun banyak berlaku. Semuanya seolah-olah halal hanya kerana cinta. Racun-racun berbisa yang memusnahkan cinta telah dianggap sebagai baja. Akhirnya pohon cinta terlarangpun berbuah. Buah yang pahit, masam dan memabukkan. Buah yang muncul dengan pelbagai jenama yang aneh dan menjijikkan bohsia, bohjan, buang bayi dan zina. Ketika itu indahkah cinta?

Peraturan cinta bagai tanda-tanda dan lampu isyarat di atas jalan-raya. Kereta diciptakan dengan kuasa untuk bergerak, tetapi pergerakkannya perlu diatur dan dikawal. Jika tidak, dengan kuasa itu akan berlakulah perlanggaran dan pertembungan. Begitulah cinta, ia adalah kuasa tetapi kuasa itu perlukan peraturan dan kawalan.
Apakah peraturan-peraturan dalam hubungan cinta?
Hendaklah cinta kita itu didasarkan kepada cinta Allah.
Ertinya, cinta yang kita berikan kepadanya semata-mata kerana mengharapkan keredhaan Allah. Allah memberi kita fitrah itu lalu kita niatkan dengan fitrah itu boleh menghampirkan diri kepada-Nya. Cintailah sesiapapun tetapi pastikan cinta itu dapat memudahkan kita mencintai Allah. Sehubungan dengan itu, cinta antara lelaki dan perempuan mestilah diniatkan untuk Allah.Soalnya bagaimana? Iringilah dengan niat untuk berkahwin kerana berkahwin itu lebih memudahkan seorang lelaki atau perempuan menyempurnakan agamanya. Sabda Rasulullah SAW: Apabila seseorang itu berkahwin, sempurnalah separuh agamanya, tinggal lagi separuh untuk disempurnakannya.
Oleh itu usahlah bercinta sekadar untuk bersuka-suka.
Lebih buruk lagi janganlah ada niat-niat yang jahat dalam bercinta samada didorong oleh hasutan nafsu atau bujukan syaitan. Jika tidak ada niat untuk berkahwin, cinta sudah pasti bukan
kerana Allah. Hakikatnya cinta itu adalah cinta terlarang yang akan membawa kemusnahan pada sebelah pihak atau kedua-duanya sekali. Cinta jenis ini seburuk namanya Cinta Monyet!
Selain itu hendaklah dipastikan semasa menjalinkan hubungan cinta tidak ada hukum Allah yang dilanggar.
Antaranya, tidak ada pergaulan bebas, tidak ada pendedahan aurat, tidak ada pengabaian perkara-perkara asas seperti meninggalkan sembahyang, puasa dan lain-lain. Hubungan cinta juga jangan sampai terjerumus dalam perkara yang melalaikan dan merugikan. Remaja tidak seharusnya mengeluh dan berkata, cinta apa namanya ini jika tidak ada dating, perbualan talipon secara marathon, surat cinta, sentuhan tangan, kerlingan dan senyuman? Yakinlah tidak ada keindahan dengan melanggar
peraturan Tuhan. Putus cinta, frust cinta yang begitu dominan dalam kehidupan remaja adalah disebabkan racun-racun cinta yang disangka baja ini. Justeru banyaklah cinta yang gagal disambung di alam perkahwinan dan lebih banyak yang putus tanpa sempat menempuh perkahwinan.
Allah Maha Mengetahui dan Maha menyayangi. Segala peraturan-Nya dibuat dengan rasa cinta terhadaphamba-hamba-Nya. Cinta suci mampu tumbuh tanpa semua itu. Dan cinta itu pasti akan membawa ke gerbang perkahwinan untuk bercinta lagi dengan seribu keindahannya. Bahkan jika ditakdirkan cinta itu akan terus bersambung ke alam akhirat. Suami yang soleh dan isteri yang solehah akan bercinta lagi di syurga tempat pertama yang melahirkan cinta! Ketika itulah fitrah akan menjadi anugerah.

KEJI NYA SETITIS ARAK


Kenapalah manusia zaman sekarang gemar sangat minum air kencing syaitan ni. Tidak kira orang Islam atau agama lain, kebanyakan agama-agama selain Islam juga melarang penganutnya meminum arak. Sebagai contohnya agama Kristian. Tertulis dalam Bible:
“Janganlah kamu menjadi mabuk dengan wain, kerana hal itu akan merosakkan hidup kamu.”(Ephesians, 5:8)
 Ini sebagai bukti bahawa agama lain juga melarang penganutnya meminum arak.
Ramai diantara kita yang beragama Islam tanpa segan silu meminum arak dan menjalankan aktiviti yang berkaitan dengan arak sedangkan betapa besarnya kecelakaan yang dibawa oleh arak sehingga Rasulullah s.a.w. telah melaknat sepuluh golongan manusia yang terlibat dengannya.
Anas r.a. berkata:
“Sesungguhnya Rasulullah S.A.W telah melaknat sepuluh orang yang berkaitan dengan arak; pembuatnya, pengedarnya, peminumnya, pembawanya, pengirimnya, penuangnya, penjualnya, pemakan wang hasilnya, pembayarnya dan pemesannya.” (Riwayat al-Tirmizi no. 1295, Abu Daud no. 3674, Ibn Majah no. 3381 dan Ahmad no. 316)
Apabila diteliti sepuluh golongan manusia yang tersenarai dalam hadis di atas, satu kesimpulan yang boleh dibuat iaitu setiap orang yang terlibat dengan arak pasti termasuk dalam laknat Baginda S.A.W.
Setiap sen yang diperoleh daripada sumber yang berkaitan dengan arak, pasti menjadi sebab hilangnya keberkatan dalam hidup seseorang. Bahkan ia menjadi punca keruntuhan akhlak dan institusi keluarga.
Masyarakat yang dalamnya wujud peminum arak akan terdedah kepada pelbagai masalah. Musibah terbesar pasti mengundang kemurkaan Allah S.W.T sekiranya tiada pihak yang cuba memeranginya.
Peminum arak sentiasa terdorong untuk melakukan jenayah-jenayah seperti memandu secara berbahaya, merogol, membunuh dan sebagainya. Ini kerana apabila seseorang itu mabuk, pusat kawalan akalnya sudah tidak berfungsi dengan normal, lantas dia akan bertindak di luar kawalan akal.
Diceritakan bahawa pada zaman sebelum kebangkitan Rasulullah S.A.W, seorang pemuda yang terkenal sangat kuat beribadat telah difitnah oleh seorang perempuan pelacur yang jatuh hati kepadanya.
Si perempuan menggunakan helah menyuruh pembantunya menjemput pemuda itu datang ke rumah, kononnya atas suatu hajat yang penting. Apabila pemuda tersebut masuk kedalam rumahnya, perempuan itu segera mengunci pintu.
Di dalam rumah tersebut ada seorang bayi kecil dan satu hidangan arak. Perempuan itu berkata: “Aku memberimu tiga pilihan; berzina denganku, bunuh bayi ini atau minumlah arak ini. Sekiranya kamu enggan, aku akan menjerit dan memberitahu orang ramai bahawa kamu telah memperkosaku dan bayi ini adalah anakmu.”
Melihat kesungguhan pelacur ini, pemuda tersebut terpaksa membuat keputusan untuk memilih salah satu pililhan. Dia memilih untuk meminum arak kerana baginya ialah dosa yang paling ringan. Membunuh bayi dan berzina melibatkan orang lain, tetapi meminum arak hanya melibatkan dirinya sahaja untuk bertaubat, pada pandangannya.
Akhirnya ia meminum arak itu sehingga mabuk dan ketika mabuk, ia berzina dengan pelacur yang hina itu. Selepas itu, tanpa kewarasan fikirannya, dia telah bertindak membunuh bayi itu. Kisah diriwayatkan oleh Imam Abdul Razzaq dalam kitab al-Musannaf, no. 17060 dan Ibn Hibban, no. 5348.
Kisah ini menunjukkan bahawa betapa hebatnya pengaruh negatif arak kepada manusia. Ia bukan sahaja menyebabkan masalah kesihatan, tetapi juga mendorong manusia melakukan maksiat yang lebih besar. Benarlah sabda Rasulullah yang bermaksud:
“Arak adalah ibu segala maksiat.” (Riwayat al-Nasa’i no. 5666)
Amatlah benar pengharaman arak dalam ajaran Islam. Walaupun arak telah sebati dan menjadi minuman kegemaran masyarakat arak, Rasulullah S.A.W tidak pernah teragak-agak untuk menguatkuasakan pengharamannya.
Baginda mungkin berdepan dengan risiko dibenci oleh masyarakat arab dan juga risiko berkurangnya pendapatan negara Madinah daripada cukai arak, tetapi keutamaan diberikan demi mencari keredhaan Allah S.W.T dengan melaksanakan segala perintah-Nya. Wawasan Baginda bukan sekadar berjaya di dunia, tetapi kemenangan hakiki adalah dengan mendapat syurga Allah S.W.T di akhirat kelak.

AKIBAT MENINGAL KAN SOLAT


Di riwayatkan bahwa pada suatu hari Rasulullah S.A.W sedang duduk bersama para sahabat, kemudian datang pemuda Arab masuk ke dalam masjid dengan menangis.
Apabila Rasulullah S..A.W melihat pemuda itu menangis maka baginda pun berkata, “Wahai orang muda kenapa kamu menangis?”
Maka berkata orang muda itu, “Ya Rasulullah S.A.W, ayah saya telah meninggal dunia dan tidak ada kain kafan dan tidak ada orang yang hendak memandikannya.”
Lalu Rasulullah S.A.W memerintahkan Abu Bakar r.a. dan Umar r.a. ikut orang muda itu untuk melihat masalahnya. Setelah mengikut orang itu, maka Abu Bakar r.a dan Umar r.s. mendapati ayah orang mudah itu telah bertukar rupa menjadi babi hitam, maka mereka pun kembali dan memberitahu kepada Rasulullah S.A.W, “Ya Rasulullah S.A.W, kami lihat mayat ayah orang ini bertukar menjadi babi hutan yang hitam.”
Kemudian Rasulullah S.A.W dan para sahabat pun pergi ke rumah orang muda dan baginda pun berdoa kepada Allah S.W.T, kemudian mayat itu pun bertukar kepada bentuk manusia semula. Lalu Rasulullah S.A.W dan para sahabat menyembahyangkan mayat tersebut.
Apabila mayat itu hendak dikebumikan, maka sekali lagi mayat itu berubah menjadi seperti babi hutan yang hitam, maka Rasulullah S.A.W pun bertanya kepada pemuda itu, “Wahai orang muda, apakah yang telah dilakukan oleh ayahmu sewaktu dia di dunia dulu?”
Berkata orang muda itu, “Sebenarnya ayahku ini tidak mahu mengerjakan solat.” Kemudian Rasulullah S.A.W bersabda, “Wahai para sahabatku, lihatlah keadaan orang yang meninggalkan sembahyang. Di hari kiamat nanti akan dibangkitkan oleh Allah S.W.T seperti babi hutan yang hitam.”
Di zaman Abu Bakar r.a ada seorang lelaki yang meninggal dunia dan sewaktu mereka menyembahyanginya tiba-tiba kain kafan itu bergerak. Apabila mereka membuka kain kafan itu mereka melihat ada seekor ular sedang membelit leher mayat tersebut serta memakan daging dan menghisap darah mayat.
Lalu mereka cuba membunuh ular itu. Apabila mereka cuba untuk membunuh ular itu, maka berkata ular tersebut, “Laa ilaaha illallahu Muhammadu Rasulullah, menagapakah kamu semua hendak membunuh aku? Aku tidak berdosa dan aku tidak bersalah. Allah S.W.T yang memerintahkan kepadaku supaya menyeksanya sehingga sampai hari kiamat.”
Lalu para sahabat bertanya, “Apakah kesalahan yang telah dilakukan oleh mayat ini?”. Berkata ular, “Dia telah melakukan tiga kesalahan, di antaranya :
- Apabila dia mendengar azan, dia tidak mahu datang untuk sembahyang berjamaah.
- Dia tidak mahu keluarkan zakat hartanya.
- Dia tidak mahu mendengar nasihat para ulama.

UKHTI AKU CEMBURU PADAMU,,


Ukhti aku cemburu padamu..
Saat kau marah kau mampu memadamkan amarahmu..
Dan kau memilih menyimpannya
daripada meluapkannya,
Padahal ku tahu saat itu hatimu sedang terluka..

Ukhti aku cemburu padamu..
Saat mereka jalan-jalan Kau habiskan waktumu untuk hal yang berguna..
Kau tak hiraukan ajakan mereka
dan kau sibukkan dirimu dengan cinta Allah dan cinta Rasulullah SAW

Ukhti aku cemburu padamu..
Ketika mereka berkata dengan emosi yang meledak-meledak
dengan nada ancaman dan kasar..
Tapi kau balas dengan penuh kasih sayang
Kau tetap jalin persahabatan dan pertemanan..

Ukhti aku cemburu padamu..
Setiap hari kau panjangkan jilbabmu,
Kau tebarkan senyum semangatmu,
Padahal kau tahu saat itu
Mereka berbisik-bisik tentang perubahanmu itu..

Ukhti aku cemburu padamu..
Aku cemburu dengan diammu,
dengan tunduknya pandanganmu
saat kau berhadapan dengan yang bukan muhrimmu..
Kau hanya bicara seperlunya saja
Karena kau takut pada fitnah dunia..

Ukhti aku cemburu padamu..
Disaat mereka semua sibuk ber-sms ria
dengan canda dan perhatian..
Tapi kau dengan tegas tidak memperdulikannya..
Kerana kau percaya jodoh itu ada padaNya,
tanpa Sms riapun jodoh pasti akan datang kerana kau tahu cinta seharusnya datang kerana Allah bukan karena bersms ria..

Ukhti aku cemburu padamu..
Aku cemburu dengan ketaatanmu pada Robb kita..
Aku cemburu saat kau bisa melakukan hal yang Dia senangi dan Meninggalkan segala hal yang Dia benci..
Ukhti sungguh aku cemburu padamu
Robbi pasti sangat menyayangimu ukhtii,,
Ia pasti sangat mencintaimu,,
Karena ketaatanmu pada Nya :’)

Ukhtii darimu aku banyak belajar erti hidup..Iyaa tentang hidup
Kerana kepuasan hidup bukan didapat saat segala hal yang kita ingin bisa terpenuhi, tapi tentang kepuasan saat kita bisa melawan bisikan-bisikan setan..